29.11.10

Rahasia China Hindari Defisit

Defisit besar-besaran terjadi di Amerika Serikat (AS) dan Eropa akibat imbas dari krisis lalu justru berbanding terbalik dengan surplus besar yang terjadi di Asia.

Hal ini disinyalir karena negara-negara Asia terutama China 'rajin menabung'. Mereka lebih banyak melakukan ekspor dan sedikit melakukan impor dan investasi. Inilah membuat global imbalance, karena di AS dan Eropa tidak memliki modal untuk mengolah raw material, sehingga nilai tukar dolar Amerika menjadi turun.

''Solusinya adalah China harus melakukan evaluasi pada renminbi-nya,'' ungkap pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) pada acara Economic Outlook 2011 'Memanfaatkan Momentum Investasi & Ekpansi' di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (29/11/2010).

Menurutnya, dengan adanya pelemahan dolar justru tentu akan mengurangi investor. ''Untuk negara Asia lainnya mereka harus bersedia mengorbankan investasi jangka pendek ke jangka panjang, namun tidak mungkin ada negara yang mau mengorbankan hot money tersebut,'' ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan Indonesia sendiri? Chatib pun mengemukakan beberapa hal yang dapat dilakukan Indonesia, pertama membiarkan exchange rate menguat melalui mekanisme pasar, kedua adalah mengubah SBI sehinga para investor akan beralih ke SUN, ketiga adalah melaksanakan ekstensi capital. "Namun jika dengan ekstensi capital prosesnya terlalu lama, karena harus melewati parlemen,'' tandasnya.

Selain itu, dia juga mengatakan bisa juga dengan memperketat fiskal (tight fiscal). ''Masalahnya adalah absorb yang limited, listrik dan infrastruktur sendiri masih belum mendukung, tapi inilah saat yang tepat untuk membayar utang," tandasnya. 
Sumber : Okezone

No comments:

Post a Comment