Secara garis besar, maka alat evaluasi yang digunakan dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu : tes dan bukan tes (non tes).
- Teknik Non Tes
- Skala bertingkat (rating scale)Skala menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap sesuatu hasil pertimbangan. Seperti Oppenheim mengatakan : "rating gives a numerical value to some kind of judgement", maka suatu skala selalu disajikan dalam bentuk angka.
Biasanya angka-angka yang digunakan diterapkan pada skala dengan jarak yang sama. Meletakkannya secara bertingkat dari yang rendah ke yang tinggi. Dengan demikian maka skala ini dinamakan skala bertingkat.
- KuesionerKuesioner (questionnaire) juga sering dikenal sebagai angket. Pada dasarnya, kuesioner adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur (responden). Dengan kuesioner ini orang dapat diketahui tentang keadaan/data diri, pengalaman, pengetahuan sikap atau pendapatnya dan lain-lain.
Tentang macam kuesioner, dapat ditinjau dari beberapa segi :
- Ditinjau dari segi siapa yang menjawab, maka ada :
- Kuesioner langsung
- Kuesioner tak langsung
- Ditinjau dari segi cara menjawab
- Kuesioner tertutupKuesioner tertutup adalah kuesioner yang disusun dengan menyediakan pilihan jawaban lengkap sehingga pengisi hanya tinggal memberi tanda pada jawaban yang dipilih.
- Kuesioner terbukaKuesioner terbuka adalah keusioner yang disusun sedemikian rupa sehingga para pengisi bebas mengemukakan pendapatnya. Kuesioner terbuka juga digunakan untuk meminta pendapat seseorang.
Daftar cocok (check list)
Yang dimaksud dengan daftar cocok (check list) adalah deretan pernyataan (yang biasanya singkat-singkat), dimana responden yang dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok (ΓΌ) di tempat yang sudah disediakan
Wawancara (interview)
Wawancara atau interview (interview) adalah suatu metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan tanya jawab sepihak.
Wawancara dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
- Interview bebas, dimana responden mempunyai kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya, tanpa dibatasi
- Interview terpimpin, yaitu interview yang dilakukan oleh subyek evaluasi dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sudah disusun terlebih dahulu.
Pengamatan (observation)
Pengamatan atau observasi (observation) adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis.
Ada 3 macam observasi :
- Observasi partisipan, yaitu observasi yang dilakukan oleh pengamat, tetapi dalam pada itu pengamat memasuki dan mengikuti kegiatan kelompok yang sedang diamati.
- Observasi sistematik, yaitu observasi dimana faktor-faktor yang diamati sudah didaftar secara sistematis, dan sudah diatur menurut kategorinya. Berbeda dengan observasi partisipan, maka dalam observasi sistematik ini pengamat berada di luar kelompok. Dengan demikian maka pengamat tidak dibingungkan oleh situasi yang melingkungi dirinya.
- Observasi eksperimentalObservasi eksperimental terjadi jika pengamat tidak berpartisipasi dalam kelompok. Dalam hal ini ia dapat mengendalikan unsur-unsur penting dalam situasi sedemikian rupa sehingga situasi itu dapat diatur sesuai dengan tujuan evaluasi.
Riwayat hidup
Riwayat hidup adalah gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa kehidupannya. Dengan mempelajari riwayat hidup, maka subyek evaluasi akan dapat menarik suatu kesimpulan tentang kepribadian kebiasaan dan sikap dari obyek yang dinilai.
- Teknik Tes
Dalam buku : "Encyclopedia of Educational Evaluasion" tes adalah penilaian yang komprehensif terhadap seorang individu atau keseluruhan usaha evaluasi program.
Apabila rumusan yang telah disebutkan di atas dikaitkan dengan evaluasi yang dilakukan di sekolah, khususnya di suatu kelas, maka tes mempunyai fungsi ganda yaitu : untuk mengukur siswa dan untuk mengukur keberhasilan program pengajaran. Dalam bagian ini hanya akan dibicarakan tes untuk mengukur keberhasilan siswa.
Ditinjau dari segi kegunaan untuk mengukur siswa, maka dibedakan atas adanya 3 macam tes, yaitu :
- Tes diagnostik
- Tes formatif
- Tes sumatif
- Tes diagnostikTes diagnostik : adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa sehingga berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat.
Tes diagnostik dibadi menjadi 4 tahap
- Tes diagnostik ke 1 : dilakukan terhadap calon siswa sebagai input untuk mengetahui apakah calon siswa itu sudah menguasai pengetahuan dasar untuk menerima pengetahuan di sekolah itu.
- Tes diagnostik ke 2 : tes yang berfungsi sebagai penempatan kelas.
- Tes diagnostik ke 3 dilakukan terhadap siswa yang sedang belajar. Untuk mengetahui bagian-bagian yang belum dikuasai siswa agar dapat memberikan bantuan yang diperlukan.
- Tes diagnostik ke 4, diadakan pada waktu siswa akan mengakhiri pelajaran. Dengan tes ini guru akan dapat mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap bahan yang ia berikan.
- Tes formatifDari arti kata "form" yang merupakan dasar dari istilah "formatif" maka evaluasi formatif dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah terbentuk setelah mengikuti sesuatu program tertentu.
Evaluasi formatif mempunyai manfaat, baik bagi siswa, guru maupun program itu sendiri.
Manfaat bagi siswa
- Digunakan untuk mengetahui apakah siswa dapat menguasai bahan program secara menyeluruh
- Merupakan penguatan (reinforcement) bagi siswa
- Usaha perbaikan. Dengan umpan balik (feed back) yang diperoleh setelah melakukan tes, siswa mengetahui kelemahan-kelemahannya.
- Sebagai diagnose. Dengan mengetahui hasil tes formatif, siswa dengan jelas dapat mengetahui bagaimana bahan pelajaran yang masih dirasakan sulit.
Manfaat bagi guru
Dengan telah mengetahui hasil tes formatif yang diadakan, maka guru :
- Mengetahui sampai sejauh mana bahan yang diajarkan sudah dapat diterima oleh siswa. Hal ini akan menentukan pula apakah guru itu harus mengganti cara menerangkan (strategi mengajar) atau tetap dapat menggunakan cara (strategi) yang lama.
- Mengetahui bagian-bagian mana dari bahan pelajaran yang belum menjadi milik siswa.
- Dapat meramalkan sukses dan tidaknya seluruh program yang akan diberikan.
Manfaat bagi program
- Apakah program yang telah diberikan merupakan program yang tepat dalam arti sesuai dengan kecakapan anak.
- Apakah program tersebut membutuhkan pengetahuan-pengetahuan prasyarat yang belum diperhitungkan
- Apakah diperlukan alat, sarana dan prasarana untuk mempertinggi hasil yang akan dicapai.
- Apakah metode, pendekatan dan alat evaluasi yang digunakan sudah tepat.
- Tes SumatifEvaluasi sumatif atau tes sumatif dilaksanakan setelah berakhirnya pemberian sekelompok program atau sebuah program yang lebih besar. Dalam pengalaman di sekolah, tes formatif dapat disamakan dengan ulangan harian, sedangkan tes sumatif ini dapat disamakan dengan ulangan umum yang biasanya dilaksanakan pada tiap akhir catur wulan atau akhir semester.
- Tes Sumatif
- Untuk menentukan nilai-nilai dari tes sumatif ini digunakan untuk menentukan kedudukan anak.
- Untuk menentukan seseorang anak dapat atau tidaknya mengikuti kelompok dalam menerima program berikutnya.
- Untuk mengisi catatan kemajuan belajar siswa yang akan digunakan bagi :
- Orang tua siswa
- Pihak bimbingan dan penyuluh di sekolah
- Pihak-pihak lain apabila siswa tersebut akan pindah ke sekolah lain, akan melanjutkan belajar atau akan memasuki lapangan kerja.
TES STANDAR DAN TES BUATAN GURU
- Tes Prestasi Standar
Standar untuk siswa dapat dimasukkan sebagai suatu tingkat kemampuan yang harus dimiliki bagi suatu program tertentu. Mungkin standar bagi suatu kursus A berbeda dengan kursus B. jadi standar ini dapat dibuat "keras" maupun "lunak" tergantung dari yang mempunyai kebijaksanaan.
Untuk menyusun tes standar, dibutuhkan waktu yang lama. Seperti disebutkan bahwa untuk memperoleh sebuah tes standar dilalui prosedur
- Penyusunan
- Uji coba
- Analisa
- Revisi
- Edit
Kegunaan Tes Standar
- Membuat perbandinganBanyak situasi pendidikan dimana guru atau pimpinan terpaksa mengadakan perbandingan. Hal ini termaksud perbandingan antar siswa untuk setiap bidang studi, atau perbandingan tentang prestasi belajar yang mendasarkan diri pada kemampuan dasar, atau perbandingan prestasi setelah digunakan dua metode yang berbeda.
- Mengetahui data prestasi calon siswa.Sebuah sekolah menengah yang menerima 5 orang siswa dari sekolah-sekolah dasar yang berbeda. Para administrator di SMP dihadapkan pada suatu masalah apabila harus menentukan efektivitas belajar. Kelima anak ini datang dari SD telah membawa nilai sendiri-sendiri dari guru-guru yang berbeda sehingga sukar diinterpretasikan.
- Tes Buatan Guru
Kegunaan tes buatan guru adalah :
- Untuk menentukan seberapa baik siswa telah menguasai bahan pelajaran yang diberikan dalam waktu tertentu.
- Untuk menentukan apakah sesuatu tujuan telah tercapai
- Untuk memperoleh suatu nilai
- Perbandingan antara Tes Standar dengan Tes Buatan Guru
Tes Standar | Tes Buatan Guru |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PENULISAN ITEM
Penulisan Item Tipe Pilihan Ganda
Item pilihan ganda umumnya terdiri atas suatu kalimat pernyataan atau kalimat pertanyaan (yang disebut stem) dan beberapa pilihan jawaban yang disebut alternatif atau options. Salah satu diantara alternatif merupakan jawaban terbaik yang disebut key atau kunci jawaban, sedangkan alternatif lainnya adalah jawaban yang salah yang disebut distraktor.
Suatu item pilihan ganda dapat dikembangkan dari suatu problem atau dari suatu proposisi. Yaitu suatu kalimat yang sederhana yang dapat dinyatakan sebagai benar atau salah.
Cara penulisan item tipe pilihan ganda
- Item hendaknya menanyakan hal yang ada gunanya untuk diketahui.Contoh : pertanyaan mengenai jumlah ayat dalam suatu surat Al Qur'an merupakan hal yang terlalu sepele untuk diketahui. Adalah lebih penting untuk mengetahui isi kandungan surat yang bersangkutan.
- Tulislah item yang berisi pertanyaan pasti
- Utamakan item yang mengandung pertanyaan umum yang bertahan lama.
- Buatlah item yang berisi hanya satu gagasan saja.
- Buatlah item yang menyatakan inti pertanyaan dengan jelas. Gunakan kalimat sederhana dan tidak berlebih-lebihan.
- Gunakan bahasa yang jelas, kata yang sederhana, dan pertanyaan yang langsung dalam menulis item.
- Berikan alternatif jawaban yang jelas berbeda.
- Item harus menawarkan alternatif bagi isi pernyataan yang paling penting.
Penulisan Item Tipe Benar Salah
Item tipe benar salah berupa suatu pernyataan mengenai objek ukur yang diujikan, yang diikuti oleh dua alternatif jawaban, yaitu benar dan salah.
Beberapa kriteria sebagai syarat kualitas item tipe benar salah seperti yang dikemukakan oleh Ebel (1979)
- Item haruslah mengungkap ide atau gagasan yang penting
- Item hendaknya menguji pemahaman, jangan hanya mengungkap ingatan mengenai suatu fakta atau hafalan.
- Kebenaran atau ketidak benaran suatu item haruslah mutlak
- Item harus menguji pengetahuan yang spesifik dan jawabannya tidak jelas bagi semua orang, kecuali bagi mereka yang menguasi pelajaran
Penulisan Item Tipe Jawaban Pendek
Item tipe jawaban pendek berupa kalimat pertanyaan yang harus dijawab dengan jawaban singkat, umumnya tidak lebih dari satu atau dua kata, atau berupa kalimat pernyataan yang belum selesai sehingga subjek harus mengisikan kata untuk melengkapi kalimat tersebut. Pada umumnya, item tipe jawaban pendek dimaksudkan untuk mengukur tingkat kompetensi knowledge.
Ebel (1979) juga mengemukakan beberapa petunjuk dalam penulisan item tipe jawaban pendek agar dapat dicapai kualitas item yang baik.
- Pertanyaan atau persyaratan item harus ditulis dengan hati-hati sehingga dapat dijawab dengan satu jawaban pasti.
- Sebaiknya pikirkan jawabannya lebih dahulu baru kemudian menulis pertanyaannya.
- Gunakan pertanyaan langsung, kecuali bilamana model kalimat tak selesai akan memungkinkan jawaban yang lebih jelas.
Penulisan Item Tipe Pasangan
Item tipe pasangan disajikan dalam dua kelompok atau bagian, yang sebelah kiri adalah kumpulan stimulus yang disebut premis dan di sebelah kanan adalah kumpulan kata yang harus dipasangkan dengan premis yang disebut sebagai respon.
Beberapa petunjuk penulisan item pasangan.
- Premis dan respon hendaknya dibuat dalam jumlah tidak sama.
- Baik premis maupun respon hendaknya masing-masing berisi hal yang homogen, yaitu dari sejenis kategori isi
- Usahakan agar premis dan responnya berisi kalimat-kalimat atau kata yang pendek
- Buatlah petunjuk pemasangan yang jelas sehingga subjek mengetahui dasar apakah yang harus digunakan dalam memasangkan premis dan respon.
- Penulisan Item Tipe Karangan (Essay)
Dianggap sebagai cara terbaik untuk mengungkap kemampuan mengorganisir fikiran dan menyatakan pengetahuan secara lengkap.
- Berikan pertanyaan atau tugas yang menghendaki agar subjek menunjukkan penguasaan pengetahuan yang penting.
- Buatlah pertanyaan yang arah jawabannya pasti, sehingga para ahli dapat setuju bahwa satu jawaban akan lebih baik daripada lainnya.
- Sebaiknya tidak menanyakan sikap atau pendapat.
- Jangan beri kesempatan subjek untuk memilih hanya sebagian diantara pertanyaan yang disediakan, untuk dijawabnya.
No comments:
Post a Comment